Hari ini ada saudara yang pulang ke kota asalnya. Ada yang datang dan ada yang pergi.... Begitulah yang sudah biasa terjadi di tempat kami studi.... Kata saudaraku tadi:
Berkat tidak selalu dalam bentuk kesenangan belaka Rasa sakit juga merupakan bentuk dari berkat Tanpa rasa sakit, manusia tidak tahu kapan waktunya berhenti Kapan waktunya menyadari ada sesuatu yang salah ada yang harus disembuhkan beberapa saat... ada yang harus direnungi barang sejenak
Beberapa diantaranya menahan rasa sakit dengan memberikan painkiller agar ia tidak merasakan sakit atau agar ia bisa mengalihkan rasa sakit itu
Padahal rasa sakit itu hanyalah sebuah penanda atau teguran untuknya bahwa manusia mempunyai keterbatasan jika dipaksakan, bukan saja sakit yang lebih besar didapatkannya tetapi juga kehancuran masa depan dan kehilangan nyawa menjadi taruhannya...
Berhentilah... Istirahatlah sejenak... Sembuhkan terlebih dahulu... luka atau kelelahan yang ada... Siapa tahu selama ini, kau telah melupakan penciptamu...
Berhentilah... Dekatkan dirimu... Bapamu rindu mendengar pujianmu Lihat kembali seberapa besar kualitas cintamu Bangun lagi rohanimu (sembuhkan dirimu...) Untuk kemudian bersiap melanjutkan lagi langkahmu...
Bangkok, 21 Agustus 2009
Semangat yang patah mengeringkan tulang(Amsal 17:22)
Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan(Ayub 17:1)
When you loose money, you loose much When you loose friend, you loose more When you loose enthusiasm, you loose everything
So? Tetap semangat!
(dicatat dari Ps. Daniel Arief)
 | Ekspresi | Sep 27, '08 4:22 AM for everyone |
... Ku puas dengan kebaikan-kebaikanMU ...  Alkisah ada seorang anak muda Amrik bernama Ted. Teman-temannya selama ini memang sudah memahami karakter Ted yang mudah murung ketika muncul masalah. Meskipun kecil, masalah tersebut bisa membuatnya murung seharian. Hal sekecil apapun dapat mempengaruhi kondisi mood dirinya. Suatu hari, ia mendapatkan pekerjaan untuk membetulkan salah satu gerbong kereta pendingin yang rusak. Ketika sedang asyik-asyiknya bekerja, tiba-tiba pintu kereta tertutup. "Brakk...." Mendengar pintu kereta tertutup, ia menoleh panik. Dia berhenti bekerja. Wajahnya pucat pasi. Ia mulai mencari sesuatu untuk menulis di lantai. Ditemukannya sebuah spidol dari dalam tas kerjanya. Saat itu, ia mulai menulis: " Saya terkunci di dalam. Menurut analisa saya, hawa di sini minus 10 derajat." Keesokan harinya, ia ditemukan oleh polisi dalam kondisi tewas di dalam gerbong tersebut. Petugas jaga pagi yang ditanya oleh polisi, menyatakan pintu tidak terkunci sehingga petugas tersebut bisa membukanya tanpa kesulitan. Ted hanya belum mencoba untuk membukanya. Ted juga lupa bahwa gerbong pendingin yang diperbaikinya dalam keadaan rusak sehingga mesin pendingin pasti juga tidak berfungsi. Kalaupun dinginnya malam, tidak akan membuat seseorang tewas. Kesimpulan:Seringkali sikap seseorang terlalu buruk dalam menghadapi situasi yang sebetulnya tidak terlalu buruk. Begitu halnya kita dalam menyikapi situasi yang selalu berubah saat ini. Apapun situasinya, bersikaplah positif - maka situasi kita akan berubah menjadi baik. (Disarikan dari cerita Ps. Daniel Arief) Karena belum banyak aktivitas, saya sempat bongkar-bongkar email-email lama. Eh ternyata, saya pernah menulis seperti ini ke salah satu teman... hik... hik... :'-|
Teman, Aku tahu bebanmu bertambah berat hari demi hari Bukan hanya karena tekanan tapi mungkin juga masa depan, keluarga, dan ketakutan yang selalu jadi pikiranmu
Tetapi.... Tuhan, teman, dan keluargamu selalu ada di sisimu siap membantu ketika engkau dalam kepayahan
Pikirkan apa yang terbaik untukmu lakukan yang telah menjadi bagianmu Dan biarkan DIA berkarya dalam hidupmu
Bangkok, 7 Maret 2006 [Archive]
Jangan mengukur sesuatu berdasarkan ukuranmu Karena yang engkau dapat adalah ukuran manusia Jika kau serahkan kepadaNYA Maka yang engkau peroleh adalah ukuranNYA
"... Rancangan-MU melebihi rancanganku ..." (Bastian Panggabean)
Menyedihkan...  ketika seseorang menyimpulkan sesuatu hanya berdasarkan 1 premise saja... Seandainya setiap orang dinyatakan bersalah, tidak bertanggung jawab, tidak bisa dipegang janjinya berdasarkan suatu kejadian yang tidak menyenangkan baginya... maka hanya dialah orang yang paling suci sedunia  Seringkali kita terlupa ketika mengarahkan telunjuk kita kepada orang lain, ada tiga jari yang lain mengarah pada diri sendiri. Sejak sering menemani istri dan anak dan mulai mengistirahatkan berbagai kegiatan di malam hari, menonton sinetron menjadi suatu kebiasaan baru hehehe...  Jika dulunya, review mengenai sinetron diceritakan oleh istri dan media massa, kini melihat sendiri dan mengikutinya!   Ternyata betapa hebatnya sinetron kita saat ini! Racun sinetron bukan lagi membuat ketergantungan untuk selalu menonton, tetapi juga sudah mulai memasuki otak setiap penonton dengan pikiran jahat dan kecurigaan-kecurigaan. Bahkan raut wajah sang aktor/artis antagonis juga sudah mulai ditiru ketika berpikir jahat! Alisnya yang dinaikkan, bibirnya yang dimiringkan, dan bola matanya yang digeser-geser ke sudut mata... hehehe..  Jadi teringat dengan salah satu teman  yang selalu curiga dan khawatir dijatuhkan oleh teman-temannya yang lain. Pemikirannya yang jauh ke depan, bukan digunakan untuk memikirkan berbagai hal yang visioner. Tetapi memikirkan rencana-rencana jahat teman-temannya terhadap dirinya. Padahal rencana-rencana tersebut tidak pernah ada Apakah dia juga penonton sinetron? Walahualam... Namun semua kecurigaan yang dipikirkan hampir sama dengan cerita-cerita sinetron yang sepertinya kekejaman di dalamnya dibuat hyperbola dan mengada-ada. Trus, apakah kita akan terus menonton? Hehehe... demi kebahagiaan istri, ada baiknya tetap menonton  meskipun harus tetap memegang logika erat-erat! Beberapa minggu yang lalu, seorang trainer di salah satu acara berkata: "Orang yang perduli kepada kita... adalah orang yang memberi solusi"Seringkali orang-orang yang ada di sekeliling kita selalu sibuk berkomentar atas apa yang kita lakukan... Seringkali mereka juga selalu sibuk menilai atas tindakan orang lain untuk kita... ... padahal mereka sendiri tidak pernah memberikan solusi bahkan membuat bara api di dalam komentar dan penilaiannya Semarang, 16 Juni 2008 Sumber: http://www.kejut.com/lifehappilyTuhan tidak menjanjikan hari-hari tanpa rasa sakit, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari tersebut, kenyamanan untuk air mata, dan terang dalam jalan kehidupan. Source: http://hennyputri.multiply.com/journal/item/4/For_whom_do_you_do_itOne day Mike went to school happily. He knew that day was his best friend’s birthday. His name is Pete. He wanted to give Pete a surprise. He arrived at school very early. Only two or three students had come. He waited for Pete in the classroom. Mike was sitting in Pete’s chair, hoping to be the first one who said “Happy Birthday”. There were many things in Mike’s mind. He imagined Pete’s expressions and behaviours when receiving his present. Just ten minutes before the bell rang, Pete came. Mike was very excited when he saw Pete. In fact, Pete’s expression when receiving the gift had never come to Mike’s imagination before. He just said “Thank You” plainly without any excitement. Mike was very disappointed. Most of the time, whether or not we realize it, we do something for others because we want to get something in return. This motivation will make us disappointed if others do not appreciate what we have done for them. However, if we do something because we want to express our FATHER's love to others, we will never be disappointed. “Whatever you do, work at it with all your heart, as working for the Lord, not for men.” (Colossians 3:23)  Cerita ini bukan cerita baru, namun tetap saja menarik ketika saya dapatkan kembali dari milis. Jika diminta memilih, karakter apa yang paling kita inginkan : Wortel, Telur, atau Bubuk kopi? Wortel, yang semula keras tapi oleh panasnya air dia akan menjadi lunak Telur, yang semula gampang pecah tapi oleh panasnya air dia akan menjadi keras Bubuk kopi, yang semula lembut meski sama-sama dipanasi oleh air, namun malah mengubah air menjadi berbau kopi Seringkali dalam hidup, kita dihadapkan oleh berbagai masalah Ada yang menjadi lemah dan minder setelah itu, seperti Wortel Ada juga yang menjadi keras dan hati menjadi kaku, seperti Telur Namun ada juga yang justru mengubah situasi menjadi lebih baik, seperti Bubuk kopi Semarang, 2 Oktober 2007 Jangan pernah melakukan kebaikan 100 kali saja Lakukan seumur hidupmu
Semarang, 6 Mei 2007
Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banyaknya pahlawan-pahlawanmu, maka keriuhan perang
akan timbul di antara bangsamu, dan segala kubumu akan dihancurkan
Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan
Semarang, 1 April 2007
Bapamu yang di sorga tahu
bahwa kamu memerlukan semua itu
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah
maka semuanya itu
akan ditambahkan kepadamu.
Bandungan, 28 Maret 2007
Orang terdekat seringkali menjadi sasaran amarah Orang terdekat seringkali menjadi orang yang tidak untuk dipahami Orang terdekat seringkali menjadi tempat sampah Orang terdekat seringkali menjadi kebun binatang
Meskipun lelah sepulang kerja Anda bisa bilang "maaf..." ketika tersenggol orang lain Tetapi kenapa ketika bersenggolan dengan anak, istri, atau orang terdekat lainnya hardikan kasar yang keluar?
Bukan Anda saja yang perlu dipahami Bukan Anda saja yang lelah bekerja Bukan Anda saja yang punya hati Bukan Anda saja yang bisa tersinggung
Semarang, 26 Maret 2007
“Do you have somebody that have influenced your life?”Hummm… let me see one by one… “The first persons are my parents…” “I never realize when I typed my father’s articles in the computer could help my work as a writer nowadays” ".....their book shop creates my "read-culture" “The second person is my Physics Teacher at Junior High School.. Mr. Jn” “He stimulate me and my friends to search.. and research.. in his extra class..” “The third person is my thesis supervisor at Bachelor.. Mr. E” “He encourage me to be a better person and better than now.. Never give up if we got problems.. Be an idealism person.. Something that I was learnt from him, he never receives a prize from his students! Only his part of his own job will be received by him.. Others are not..” “The fourth person is my second supervisor at Bachelor.. Mr. D.” “He teaches us to be an idealism person but we still care to other.. Not like a blind person who forces his/her idealism to be accepted by others” “The fifth person is my ex-girlfriend (now, my wife hehehe…)” “She changed a lot of my bad attitudes…” “The sixth person is my former Rector, Father S.” “His helpings are like water in the dessert… I feel “something” different that it will changed me a lot..!” “The seventh person is my senior colleague, Prof. B.” “He always opens my mind to create a new idea and to tolerance with others…” “The last and the biggest part is My God, Mr. J…!” “He helps me when I got a very big problem which is not easy to be handled by my self.. He changed my mind... to believe that God is the solution of our life!” "I still wanna be renewed by YOU everyday...."  Semarang, February 26, 2006
Siapa bilang seorang sahabat
.. tidak pernah ada salah paham?
.. tidak pernah ada curiga?
.. tidak pernah ada saling menyakiti?
Jika semuanya mudah ditebak..
Jika semuanya selalu lancar..
Persahabatan akan selalu terasa indah
.. tetapi rapuh
.. karena tak pernah teruji oleh masalah
Mungkin harus membuat sebuah daftar panjang..
berapa kesenangan yang selama ini didapat?
berapa kebersamaan yang selama ini dirasa?
berapa masalah yang selama ini dihadapi bersama?
.. dan berapa jumlah pertengkaran tercipta?
Ratusan masalah yang dihadapi bersama
.. ratusan kesenangan yang tercipta
.. dan ratusan kebersamaan yang dirasa
sanggupkah patahkan beberapa pertengkaran?
perlukah nyala api menetap dalam hati?
Kampung halaman, 20 November 2006
Ada tulisan menarik dari Samuel Mulia Penulis mode dan gaya hidup, di Kompas.com, dengan judul
Mbak Nadine, "I Lap You". Tulisan ini bukan saja lugas namun juga bisa menjadi cermin refleksi bagi kita semua, yang seringkali menutupi kelemahan diri dan justru melakukan penghinaan untuk menutupi kelemahan tersebut. Berikut ini kutipannya:
Saya? Saya cuma berani di bawah selimut.
"Enakan di bawah selimut lagi," celetuk teman saya. Karena saya
diselimuti, saya tak berani mempertontonkan isi kepala saya yang
sesungguhnya. Saya malu ditertawai. Mbak Nadine berani. Berani
ditertawai, maksudnya. Lanjut >

Ketika mendengar sahabat dekatnya akan berangkat ke Jepang karena beasiswa, Nina bukannya terlihat senang tetapi terlihat gelisah. Ia tidak habis mengerti, kenapa peristiwa sepenting ini diketahuinya dari orang lain. Bukankah dirinya adalah orang yang paling dekat dengan Mimi, sahabatnya? Bukankah dirinya yang selama ini menjadi tempat curhat? Bukankah dirinya yang selama ini menemani di kala sahabatnya sedih?
Sejuta "bukankah-bukankah" yang lain memenuhi kepalanya selama dalam perjalanan pulang ke rumah. Tiba-tiba muncul perasaan marah, benci, dan kecewa kepada sahabatnya. Rencana untuk ke rumah Mimi, ia urungkan. Rencana untuk bercerita tentang surat penerimaan beasiswa di Belanda, ia batalkan. Rencana untuk piknik bersama sebelum berangkat ke luar negeri ia padamkan. Sejuta rencana yang ada di pikirannya lenyap seketika.
Tiba-tiba ponsel di tangannya berbunyi. Ada sms masuk: "Aku dapat kejutan pagi ini. Bisakah kita ketemu di tempat yang biasanya?"
***
"Aku ingin berbagi kejutan dengan sahabatku...", kata Mimi di tempat itu. "... dari tadi pagi aku tidak bisa keluar rumah. Banyak sekali tamu mama yang ingin mengucapkan selamat kepadaku", lanjut Mimi.
Senyum Nina mengembang, "Aku juga punya kejutan untukmu...."
Kebisuan itu mencair...
***
Batas antara sayang dan benci sangatlah tipis. Seringkali dihancurkan oleh prasangka.
Bangkok, 22 Juli 2006 
| |